Khawatir Dengan Rezeki yang Tak Kunjung Datang?

Khawatir Dengan Rezeki yang Tidak Kunjung Datang?
banner 468x60

Khawatir Dengan Rezeki yang Tak Kunjung Datang? | Lalu ketika si janin keluar dari rahim ibunya dan terputus jalan rezeki itu, maka Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Beranjak setelah itu ketika masa menyusui habis dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Terlebih lagi ketika mereka menginjak dewasa, maka terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya rezeki yang lain, jika ia hamba yang beruntung maka terbukalah DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan.

Masihkah Kita Khawatir Dengan Rezeki?

Sungguh Maha Besar Allah dengan segala kuasaNya, Allah tidak menghalangi hambaNya untuk mendapatkan sesuatu kecuali jika diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat baginya.

Pertanyaannya sederhana masihkah kita khawatir dengan rezeki?

Ingatlah, rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan jikalah Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hambaNya lagi Maha Melihat.

QS Asy Syuraa : 27

Maha Suci Allah yang telah memberi rizki pada hamba-hamba yang sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Masya Allah, sebagai hambaNya yang bisa kita lakukan adalah bersungguh-sungguh dalam bekerja dan beribadah sehingga keduanya berjalan secara seimbang. Semoga Allah selalu membersamai kita dengan yang lainnya. Aamiin

Terima kasih, sudah berkunjung pada artikel ini. Semoga bermanfaat

Dari sahabatmu,

Haikal Rusli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *